Beranda > Artikel, Sosial Ekonomi > Semangat Kebangkitan Nasional

Semangat Kebangkitan Nasional

Sejarah telah mencatat bahwa awal kebangkitan nasional, didorong oleh keprihatinan dan sikap kritis para pemuda terhadap kondisi bangsa yang terbelenggu kolonialisme, sehingga melahirkan gerakan sosial untuk mengubah nasib ke arah yang lebih baik lagi. Mereka sadar bahwa berbagai persoalan itu tidak bisa diatasi oleh individu atau kelompoknya sendiri, tetapi harus dilakukan secara sistematis dan terorganisasi, yang kemudian melahirkan gerakan Boedi Oetomo. Upaya ini ternyata berbuah hasil melalui Sumpah Pemuda dan deklarasi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Namun kini zaman telah berubah, dengan persoalan yang hampir sama, yakni kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan pengangguran. Boleh jadi, persoalan ini akibat dari penjajahan dalam bentuk yang lain. Terlebih dalam beberapa tahun terakhir ini, bangsa kita pun terimbas krisis energi global yang berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang semakin memprihatinkan. Sayangnya reaksi terhadap kondisi tersebut seringkali berujung konflik, tidak memecahkan masalah, dan cenderung menimbulkan masalah baru. Rupanya kita tidak bercermin pada sejarah, bagaimana bijaknya para pendahulu negeri ini mempersatukan dan memanfaatkan berbagai potensi dalam mengatasi persoalan kebangsaan. Nilai-nilai kejuangan yang diperlihatkan mereka seolah tergerus diterjang zaman. Orientasi proses, kerja keras, pengorbanan, serta semangat persatuan dan kesatuan, sepertinya hanya tinggal catatan sejarah, karena kita seringkali terjebak pada pemikiran sempit, meraih sesuatu dengan cara yang mudah, serba instan, dan serba seketika.

Semangat nasionalisme baru terasa semakin penting, ketika kita dihadapkan kepada suasana persaingan global seperti yang terjadi sekarang. Dalam kondisi seperti ini, modal yang paling penting bukanlah teknologi atau kapital, tetapi kepercayaan, sebab hanya masyarakat yang memiliki modal kepercayaan sosial yang tinggi, yang terbukti mampu menciptakan kemajuan dan kesejahteraan. Kejayaan masyarakat pada sejumlah negara maju misalnya, antara lain ditentukan oleh keeratan kewargaan dan kekuatan komunitasnya. Setidaknya mereka bisa meredam konflik sosial, karena setiap masalah dapat diselesaikan dengan komunikasi dan saling percaya pula.

  1. 23 Juni 2010 pukul 14:39

    Kita akan menjadi lebih baik ketika kita belajar dari yang terbaik. Curahkan waktu kita 80 % untuk belajar dari orang-orang yang lebih baik atau yang terbaik dibidang yang kita ingin sukses dan 20% belajar dibidang apapun termasuk bidang yang kita tidak suka termasuk belajar pada orang-orang yang tidak berhasil.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s