Beranda > Artikel, Lingkungan > Ancaman Banjir Tetap Mengintai

Ancaman Banjir Tetap Mengintai

Bencana alam, khususnya banjir menjadi persoalan krusial yang dihadapi bersama. Banjir tahunan, lima tahunan, atau banjir berkala lainnya, seolah-olah sudah menyatu dalam kehidupan kita. Sulit dilepas karena memang banjir sepertinya sudah menjadi bagian dari masyarakat kita. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bersama-sama masyarakat seolah tanpa hasil. Bahkan untuk kasus banjir akhir-akhir ini menjadi langganan utama yang melibatkan banyak pihak. Sosialisasi antisipasi waspada bencana banjir telah banyak dilakukan sebagai bagian aksi pencengahan. Boleh jadi, upaya ini pun bukan langkah yang pertama, namun tak kunjung membuahkan hasil.

sungai banjir

sungai dan banjir

Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi persoalan banjir mengindikasikan betapa masalah ini begitu pelik. Hal ini bisa dibuktikan dengan hasil yang tak kunjung tuntas. Itu pula sebabnya, banjir bukan hanya sekedar teknis menyalurkan air dengan lancar ke dalam sungai-sungai atau tidak hanya membuat tanggul-tanggul di daerah aliran sungai, tetapi yang lebih penting adalah menyangkut perilaku manusia. Singkatnya persoalan perilaku manusia menjadi masalah utama penyebab terjadinya banjir.

Boleh jadi, banjir merupakan dampak dari ketidaktahuan dan ketidakdisiplinan manusia. Sebagian masyarakat tidak mengetahui bahwa perambahan hutan dan kawasan konservasi air merupakan salah satu penyebab utama terjadinya banjir. Mereka juga mungkin tidak tahu bahwa membuang sampah sembarangan atau mendirikan bangunan secara tidak proporsional akan memberi kontribusi terhadap bencana ini. Ketidaktahuan dan ketidakdisiplinan masyarakat tidak lantas menjadi kambing hitam atas persoalan ini. Tindakan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan juga berperan penting terjadinya bencana banjir. Sekecil apa pun peran setiap pihak, bisa jadi memberikan kontribusi terhadap berlangsungnya bencana banjir di sekitar kita.

Ketika kita dituntut untuk berpartisipasi dalam mengatasi masalah ini, maka kita tidak bisa bicara tentang kepentingan kelompok, melainkan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Artinya, setiap kelompok dan bahkan individu sekali pun, turut bertanggung jawab mengatasi masalah banjir. Bahkan akan lebih cantik, jika inisiatif muncul dari setiap individu dan mulai merealisasikannya dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu.

  1. Belum ada komentar.
  1. 5 Juni 2010 pukul 06:32

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s