Beranda > Tanaman Hias > Tanaman Bunga Nona Makan Sirih Merah

Tanaman Bunga Nona Makan Sirih Merah

Mungkin saat ini sudah jarang kita temui, tanaman bunga nona makan sirih merah atau nama latinnya Clerodendrum Speciosum yang berasal dari Afrika Barat. Tanaman ini memiliki bunga berwarna merah anggur yang diselubungi oleh daun penumpuk dan berwarna putih bersih. Perpaduan warna yang sangat kontras tersebut diimajinasikan sebagai bibir seorang nona yang sedang makan sirih. Lalu timbullah istilah untuk tanaman ini sebagai nona makan sirih merah yang tidak lain merupakan Clerodendrum Speciosum. Karena sudah begitu melekatnya istilah tersebut maka jenis yang berbunga merah pun (c. Specciosum) memiliki sebutan yang sama.

tanaman bunga sirih merah Di Indonesia jumlahnya lebih kurang 20 jenis Clerodendrum Speciosum yang bervariasi terutama dari warna kelopak bunganya mulai dari putih hingga merah anggur. Banyak tumbuh liar di hutan-hutan atau dibudidayakan sebagai tanaman hias sebagai tumbuhan perambat. Ukuran tanaman nona makan sirih berupa semak merambat yang ukurannya relatif kecil dibandingkan dengan tanaman merambat lainnya. Jarang sekali dijumpai clerodendrum yang tumbuh liar, karena pertumbuhannya terbatas dengan panjang maksimal 4-5 meter.

Tanaman hias Nona Makan Sirih Merah sangat cocok sebagai tanaman hias merambat pada pergola di teras-teras yang mungil. Bisa divariasi bentuk dengan perambat yang khusus dirancang untuk hiasan, tanpa fungsi tertentu. Untuk fungsi tersebut diatas, nona makan sirih dapat tumbuh membelit dan menyusup pada alat perambatnya. Oleh karena itu alat perambat yang berteralis cocok digunakan tanaman tersebut.

Tanaman dapat ditanam di pot atau di tanah. Pada keduanya, bunga dapat muncul sepanjang tahun. Pada lokasi yang setengah teduh atau ditempat yang kena matahari penuh nona makan sirih dapat berbunga bagus. Dari bunga yang telah terbukti dakan mucul buah yang pada awalnya berwarna hijau, dan jika sudah matang akan menjadi hitam. Kemudian terbelah di bagian atas dengan bagian dalam berwarna oranye terang dengan 1-4 buah biji dalam tiap ruang.

Membudidayakan Clerodendrum sangat mudah, hampir tidak memilih tanah atau persyaratan tumbuh lainnya. Yang utama untuk perawatannya adalah pengarahan tumbuh tanaman, agar teratur dan bagus bentuknya. Jika perlu pangkas tunas-tunas yang baru muncul pada tempat yang tidak dikehendaki akan muncul nantinya. AR foto: sumber

  1. 12 Juni 2013 pukul 23:20

    Hello there! I know this is kinda off topic but I was
    wondering which blog platform are you using for this site? I’m getting fed up of WordPress because I’ve
    had issues with hackers and I’m looking at alternatives for another platform. I would be great if you could point me in the direction of a good platform.

  2. 6 September 2014 pukul 09:06

    Hello There. I found your blog using msn. This is a
    really well written article. I’ll be sure
    to bookmark it and return to read more of your useful information. Thanks for the post.
    I’ll definitely comeback.

  3. 18 Juli 2016 pukul 13:26

    It’s a pity you don’t have a donate button! I’d without a doubt donate to this fantastic blog!
    I suppose for now i’ll settle for bookmarking and
    adding your RSS feed to my Google account. I look forward to brand new updates
    and will share this site with my Facebook group.
    Chat soon!

  1. 26 Mei 2016 pukul 20:39

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s