Beranda > Kuliner > Ketupat dan Lebaran

Ketupat dan Lebaran

Lebaran tinggal hitungan hari, tak terasa ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan telah dilalui dengan iklas diiringi ketulusan hati yang bersih. Persiapan menghadapi perayaan Lebaran sudah terasa beberapa hari ini, para penjual parsel hingga penjual ketupat lebaran mulai menyemarakan suasana persiapan Idul Fitri tahun ini. Beberapa aktifitas di rumah pun sudah terasa, para ibu mempersiapkan kue lebaran untuk moment Idul Fitri nanti hingga persiapan menghadirkan ketupat lebaran.

ketupat lebaran

ketupat biasanya disajikan seperti pada hari raya Idul Fitri

Ketupat menjadi populer menjelang hari raya Idul Fitri, makanan yang satu ini sebenarnya sama saja dengan nasi, karena memang dibuatnya juga dari beras. Hanya saja, bentuknya yang khas dan terutama karena lazimnya disajikan pada saat Lebaran seakan-akan ketupat menjadi berbeda. Namun ketupat jangan pula disamakan dengan lontong, yang berbentuk bulat-panjang. Karena meskipun rasanya boleh dibilang sama saja, namun ketupat adalah ketupat. Ketupat pada umumnya berbentuk jajaran genjang. Karena bentuknya yang menarik membuat ketupat juga bisa menjadi hiasan meja saat menjamu tamu lebaran.

Jika lontong menggunakan bungkus daun pisang, maka ketupat menggunkan daun kelapa atau janur. Beberapa hari terakhir, terutama di pasar-pasar, mulai banyak ditemui penjual ketupat. Menarik juga mengamatik orang-orang yang menjalin janur untuk membuat bungkus ketupat, harganya diperkirakan Rp 8.000 per satu untai bungkus ketupat.

Meski banyak yang menjual ketupat jadi, tidak sedikit yang suka membuat ketupat sendiri. Cara membuatnya pun juga tidak terlalu rumit, apalagi jika bungkusnya sudah tersedia. Tinggal masukkan beras yang sudah direndam dan diberi sedikit air kapur sirih ke dalam bungkus sembari menarik-narik jalinan janur agar ketupat terbungkus rapat. Yang perlu diperhatikan bahwa beras yang dimasukan kira-kira separuh hingga maksimal 2/3 isi bungkus. Kalau kelebihan, bisa-bisa ketupat tidak dapat dimakan karena terlalu keras. D9

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s