Beranda > Sosial Ekonomi > Hari Pahlawan: Meneladani Perjuangan Para Pahlawan

Hari Pahlawan: Meneladani Perjuangan Para Pahlawan

Pepatah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa-jasa pahlawannya. Pepatah ini tentu memiliki makna yang sangat mendalam. Arti menghargai, bukan semata-mata memberikan tanda jasa ataupun mengunjungi makamnya pada saat-saat tertentu. Menghargai jasa pahlawan, bisa bermakna menghormati dan meneladani perjuangannya dalam menegakkan harkat, derajat, dan martabat kita sebagai bangsa yang berdaulat.

Persoalannya sekarang adalah, apakah pahlawan lahir dari peperangan? Ataukah muncul karena ia berjasa dalam suatu peristiwa? Jawabannya tentu saja bisa bervariasi, karena sangat bergantung kepada persepsi dan sudut pandang yang memberikan batasan. Namun satu hal yang perlu mendapat perhatian kita adalah bahwa kita sekarang berada dalam zaman yang serba sulit.

Lepas dari badai krisis pangan dan krisis energi, kini kita sedang berhadapan dengan krisis perekonomian global. Akibatnya, mudah ditebak. Rakyat semakin terhimpit beban ekonomi, yang terkadang harus dibayar dengan ongkos sosial yang mahal. Secara nyata, kita bisa melihat kecenderungan meningkatnya jumlah penduduk miskin dan angka pengangguran. Singkatnya, masyarakat kecil sekarang membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu, memperingati hari pahlawan tahun ini, akan menjadi lebih bernilai, makanakala bisa diisi dengan karya-karya kreatif setiap individu, baik yang berkiprah dalam birokrasi pemerintahan maupun yang berprofesi dalam bidang lainnya. Karya kreatif tidak semata-mata bermakna melahirkan gagasan-gagasan baru yang orisinil dan konseptual, tetapi bersifat aplikatif dan memiliki nilai tambah terhadap penanganan persoalan-persoalan ekonomi masyarakat.

Setidaknya, upaya ini akan membuka jalan bagi lahirnya kreativitas lain yang bisa menyentuh upaya-upaya penanganan kemiskinan, kebodohoan, keterbelakangan, dan pengangguran yang kini menghantui masyarakat. Sebab, kita pun memahami bahwa gairah perekonomian tidak semata-mata ditentukan oleh teknologi dan kapital, tetapi sebagian di antaranya dikendalikan oleh suatu kondisi kehidupan yang bisa merangsang lahirnya kreativitas dan inovasi.

  1. pu2timoet
    7 November 2012 pukul 18:41

    trimaksih atas pengetahuan.x

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s