Beranda > Artikel, Sosial Ekonomi > Utamakan Pola Pikir, Sikap, dan Tindakan Berdasarkan Semangat Kebangsaan

Utamakan Pola Pikir, Sikap, dan Tindakan Berdasarkan Semangat Kebangsaan

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional penting untuk memupuk semangat dan maknai secara hakiki kokohnya persatuan bangsa untuk membangun Indonesia kedepan yang lebih adil, damai, sejahtera dan lebih bermartabat baik dimata bangsa sendiri maupun bangsa – bangsa lain di dunia.

Membangun Indonesia ke depan harus mengutamakan pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang berdasarkan semangat dan jiwa kebangsaan yang merupakan antitesis dari cara berpikir, bersikap dan berprilaku individual atau perorangan, kedaerahan, kepartaian, golongan, aliran dan berprilaku kolonial.

Kebangkitan Nasional merupakan nilai – nilai kebangsaan persatuan dan kesatuan yang telah dirintis Boedi Oetomo, dapat dijadikan energi bagi langkah ke depan, sekaligus sebagai renungan dan evaluasi sejauh mana nilai – nilai tersebut dapat ditetapkan dalam setiap potensi, profesi, tugas dan tanggungjawab masing – masing individu WNI dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Jika diterapkan secara sungguh – sungguh, semangat kebangkitan nasional dapat dijadikan landasan yang sangat kuat untuk menyelesaikan permasalahan mendasar yang sedang dihadapi bangsa sat ini. Jika dulu musuh bersama yang dihadapi bernama penjajahan, penegakan hukum, lemahnya perekonomian dan rentannya keadaan politik dan keamanan. Pada waktu itu dengan kekuatan yang ada, terbukti dapat mengusir penjajah dari tanah air. Kini, keyakinan itu harus dibangkitkan kembali, bahwa dengan sumber daya yang tersedia dan upaya yang nyata, serius, sungguh – sungguh dan konsisten, melalui kerja keras, mampu melawan dan menyelesaikan persoalan yang membelit bangsa.

Semangat dan jiwa kebangsaan yang ditanamkan melaui kebangkitan nasional, harus dijadikan momentum untuk melakukan penataan – penataan di berbagai bidang, sambil terus meningkatkan komitmen dari seluruh bangsa dan rakyat Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil dan sejahtera. Hanya dengan cara itu, NKRI dapat berkembang lebih maju, kuat dan bersemangat.

Terlebih, selama 66 tahun merdeka, seiring pergantian pemerintahan, dinamika terus berlangsung. Berbagai permasalahn datang silih berganti dan memerlukan kerja keras dan keterlibatan seluruh anak bangsa untuk mengatasinya. Hal itu juga memerlukan semangat dan jiwa kebangsaan.

Beberapa tahun lalu, tepatnya 20 Mei 1908, sekelompok kaum muda yang cerdas dan peduli terhadap nasib bangsa mendirikan organisasi Boedi Oetomo yang dimotori Drs. Soetmono, Dr. Wahidin Soedirohoesodo, Dr. Goenawan dan Soewardi Soerjoningrat. Terbentuknya organisasi ini menjadi inspirasi bangkitnya kesadaran pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa utuk melawan penjajahan yang selama berabad – abad mencengkram Indonesia.

Tanggal 20 Mei itu menjadi merupakan titik baik perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan, dari semula perlawanan lokal bersenjata, berganti menjadi perlawanan nasional – organisasional. Perjuangan melalui organisasi kebangsaan merupakan cara baru untuk melawan penjajah. Sebelumnya, perjuangan bersenjata yang dilakukan secara sporadis di berbagai wilayah tanah air, belum mampu mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Kurangnya entitas persatuan dan kesatuan bangsa dan belum terorganisasinya kelompok – kelompok perjuangan saat itu, membuat berbagai bentuk perlawanan mudah dipatahkan.

Bangkitnya kesadaran atas kesatuan kebangsaan dan nasionalisme yang dirintis oleh Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 itu kemudian menjadi inspirasi bagi munculnya perjuangan lainnya seperti Jong Ambon, Jong Java dan Jong Celebes, Jong Sumatra dna Jong Minahasa disusul berdirinya Sarikat Islam, Muhammadiyah, Nahdiatul Ulama dan Partai Nasional Indonesia.

Fenomena munculnya nasionalisme tersebut terjadi karena didorong faktor sejarah yang secara idiologis merupakan kristalisasi kesadaran berbangsa dan bernegara. Pada awalnya, nasionalisme tumbuh dan berkembang ketika ada peluang pembuka jalan bagi pembentukan sebuah negara dan sesungguhnya secara efektif mentransformasikan komunitas tradisional menjadi sebuah komunitas modern berbentuk negara bangsa atau nation state. Meski memiliki tujuan institusional yang berbeda – beda, namun semua organisasi kebangsaan memiliki ciri yang sangat menonjol yakni sama – sama bertekad mencapai Indonesia merdeka.

Perjuangan yang sangat panjang itu mencapai puncaknya pada Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, yang menjadi titik kulminasi perjuangan bangsa untuk membentuk negara yang merdeka, bersatu dan berdaulat. Proklamasi kemerdekaan sekaligus menandai rubuhnya imperialisme dan kolonialisme digantikan oleh sistem pemerintahan nasional yang dibentuk atas prakarsa dan kebutuhan bangsa sendiri. Merdeka! (D9)***

  1. 11 Agustus 2013 pukul 16:49

    Howdy! This article couldn’t be written much better! Looking at this article reminds me of my previous roommate! He always kept talking about this. I’ll send this post
    to him. Fairly certain he will have a good read. Thanks for sharing!

  2. 28 September 2013 pukul 17:42

    I’m gone to inform my little brother, that he should also pay a quick
    visit this webpage on regular basis to obtain updated from hottest reports.

  3. 16 Juli 2014 pukul 04:39

    I feel this is among the most vital information for me.
    And i’m happy reading your article. However
    wanna remark on few common things, The web site style is
    perfect, the articles is actually excellent : D. Just right
    process, cheers

  4. Petra
    3 Oktober 2014 pukul 07:16

    It’s hard to find educated people about this subject,
    buut yoou sound like you knokw what you’re talking about!
    Thanks

  5. 6 April 2016 pukul 23:27

    Artikel yang sangat bagus untuk membangkit jiwa nasionalis

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: